Selasa, 23 Oktober 2012

TEORI ATOM


Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavoisier menyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap“. Dari kedua hukum tersebut dalton berpendapat bahwa:


1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi
2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda
3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Selanjutnya Dalton menggambarkan atom sebagai bola pejal seperti kelereng.
atom-dalton.jpg
Kelemahan Teori atom Dalton
Dalam teori atom dalton tidak dijelaskan dari mana sumber muatan yang ada pada listrik padahal menurut Dalton atom merupakan partikel netral.

Model dan Teori Atom Thomson. Pandangan Dalton mengenai atom sebagai bagian yang paling kecil tumbang setelah penemuan elektron oleh Thomson. Pada tahun 1897, J.J Thomson melakukan eksperimen menggunakan tabung sinar katode.

Pada percobaannya, Thomson memakai tabung kaca. Dengan menggunakan pompa vakum, tekanan udara dalam tabung dibuat sangat rendah. Pada kedua ujung tabung tersebut dipasang pelat logam.
Kedua pelat logam tersebut kemudian dihubungkan dengan sumber arus bertegangan tinggi sehingga pelat logam berfungsi sebagai elektode. Elektode yang dihubungkan dengan kutub positif dinamakananode, sedangkan elektrode yang dihubungkan dengan kutub negatif dinamakan katode. Tabung tersebut dinamakan tabung sinar katode.
  
Tabung sinar katode
Bagian dalam tabung berwarna gelap, tetapi bagian depan katode berpendar mengeluarkan cahaya berwarna hijau. Cahaya hijau merupakan radiasi yang berasal dari katode. Di dalam tabung tersebut, sinar katode akan diteruskan menuju layar pendeteksi sinar. Dari layar pendeteksi kita bisa mengetahui posisi sinar yang dipancarkan dari radiasi katode. Kemudian kita bisa mendeteksi apakah terjadi perubahan posisi sinar pada saat jalannya sinar diberi pengaruh tertentu.

Thomson memasang medan magnet pada jalannya berkas sinar. Ternyata, hal ini mengakibatkan terjadinya pergeseran sinar pada dinding tabung. Posisi pergeseran dicatat. Medan listrik searah dipasang pada pelat untuk melawan magnet yang telah ditetapkan. Besar medan listrik diatur agar sinar yang telah bergeser akibat medan magnet kembali pada posisi semula.
Rancangan percobaan sinar katode Thomson
Thomson menemukan bahwa dalam medan magnet, sinar katode dibelokkan. Adapun dalam medan listrik, sinar katode tertarik oleh lempeng logam positif, tetapi ditolak oleh lempeng negatif.
Selanjutnya Thomson menghitung dan membandingkan nilai muatan partikel (e) dan massa (m), sehingga diperoleh e/m sebagai berikut :
Nilai tersebut ternyata sama untuk semua gas. Berarti sinar katode yang dihasilkan setiap gas adalah sama.
PengamatanKesimpulan

Dalam medan magnet, sinar katode dibalikkan
Sinar katode bermuatan
Dalam medan listrik, sinar katode tertarik oleh lempeng logam positif, tetapi ditolak oleh lempeng negatif.Sinar katode bermuatan negatif
Sinar katode yang dihasilkan oleh setiap gas identikSinar katode bermuatan materi

Sinar katode yang ditemukan Thomson disebut elektron. Dengan penemuan tersebut, Thomson mengemukakan model atom tersebar dalam bola tersebut. Penelitian J.J Thomson tersebut menjadi ilham dalam perancangan alat spektroskopi massa. Alat tersebut digunakan untuk menentukan berat atom dan molekul.

kelemahan : tidak menjelaskan gerakan elektron pada atom



2 komentar: